Suatu pagi bersama perut….(kenyataan pahit di umur 24)

Posted in Junior hari ini on November 6, 2008 by junio12

Hei hooo!!!! Seperti pepatah lama mengatakan! Bangun tidur kuterus mandi. tidak lupa menggosok bla…bla…bla…..

Jadi lah pagi ini gw mandi dengan semangat anak TK yang otak-nya di cuci oleh guru-guru teka yang konservatif dengan berbagai petuah aneh seperti “topi saya bundar” yang bikin mereka cenderung posesif ( topi saya…bla…bla…bundar topi saya..bla…bla…kalo tidak bundar, bukan topi saya….., ngerti kan? ), ato “bintang kecil” yang sangat tidak logis itu..uhhh.!

Selalu (mungkin selamanya, he…) sebelum lebih jauh melewati ritual mandi pagi, gw terlebih dahulu bercermin untuk bercukur ( gw benci mesti cukuran tiap hari euh, inilah efek menjengkelkan menjadi sebuah testosteron berjalan- selain susah menahan libido tentunya, pisss…ha ), kemudian melihat dan mengontrol bagian-bagian tubuh dengan teliti…emm, sapa tau ada jamur yang tiba-tiba tumbuh di kulit gw, bahaya kan?

Well, pagi ini gw liat ada yang aneh pada tubuh gw, selain tulang punggung yang semakin membengkok, gw baru sadar kalo perut gw sekarang penuh dengan lemak! Hell no!!!!! akhirnya, setelah 23 tahun berperut rata ( eits, jangan ngiri dulu, perut gw rata karena emang kurus! ) akhirnya bisa juga gw liat perut yang rada buncit-berlemak…hoho ( perasaan gw sekarang : sangat ingin nimbang berat badan ). Lima menit berselang setelah gw begitu hectic dalam euphoria perut berlemak tadi, gw baru kepikiran dan mulai bikin banyak pertanyaan retorik. Seperti :

  • Apakah benar yang bikin perut gw rada bontoi ini adalah lemak?
  • Kapan terakhir kali gw makan combantrin
  • Apakah cewek yang gw gebet bakal sesenang gw kalo liat perut gw sekarang?
  • Apakah ini hal yang wajar di umur gw yang hampir 24?
  • Apakah sekarang berat badan gw lebih dari 55 kg?
  • Di mana tempat nimbang badan yang bisa di percaya? Coz gw blom siap untuk pertama kalinya ngliat berat badan gw lebih dari 55 kg
  • Apakah gw terlihat chubby sekarang?
  • Kenapa celana gw masih melorot akhir-akhir ini. Padahal perut gw udah tambah gede?
  • Apakah mungkin ada bayi di perut gw?

Hemmm…….gw ga begitu ngerti juga soal fenomena perut ini, huhu

Subyektifitas dalam tulisan gw…

Posted in Biarkan Junior Bicara Mama! on November 3, 2008 by junio12

Em, satu-satunya alasan kenapa gw ga pernah kepikiran kenapa ga (mencoba) menjadi penulis adalah karena gw ga pinter menulis, itu aja.

Iya, memang gw suka menulis, menangkapi ide-ide yang berloncatan di otak gw trus menterjemahkannya kedalam sebuah paragraf. Tapi itu bukan sebuah tanda gw punya bakat untuk menulis.

Trus apa gunanya gw menangkapi ide-ide itu? Ya, karena gw suka aja, gw suka melihat betapa subjektifnya pikiran gw. Dan itu Cuma bisa gw liat dari apa yang gw tulis.

Berfikir subjektif, secara sadar ato ga sebenarnya subjektifitas itu ada dalam setiap perilaku manusia (menurut gw) karena manusia memiliki ego yang cenderung lebih “melihat” pada dirinya dulu (secara sebab dan akibat) baru melihat pada sekitarnya.

Itulah yang menyebabkan gw sebagai manusia menjadi makhluk yang sangat subjektif.

Kadang subjektifitas ini gw rasa cukup menjengkelkan, kenapa? Karena gw jadi ga bisa merasakan objektifitas. Karena subjektifitas menghalangi perspektif lain dari suatu hal yang gw lihat dari perspektif gw, yang mengakibatkan persepsi yang ga objektif ( y iyalah, bego).

Terkadang gw coba untuk berfikir lebih obyektif, mencoba berfikir untuk kemungkinan lain dan persefektif yang lain, tapi hal kaya gitu cenderung bikin gw jadi bingung, kenapa? Obyektifitas menjadikan segala nilai menjadi blur (menurut gw lagi), yup, berfikir obyektif membuat gw ga bisa menentukan persfektif mana yang gw pilih untuk menyikapinya, akhirnya gw bingung sendiri waktu dihadapkan dengan decision,keputusan gw untuk menyikapi hal itu.

Emm…emm, subyektifitas dalam berfikir, gw ngerasanya itu kaya pedang bermata dua, gw bisa kejerumus dalam kesalahan (mungkin juga bis sangat fatal) karena selalu berfikir subjektif. Tapi siapa yang bisa gw percaya selain fikiran (maksudnya otak) gw eh? Orang boleh bilang kalo pandangan itu bisa menipu, yang gw lihat bisa jadi adalah hal yang surealis, tapi fikiran ga, fikiran ga akan pernah bisa menjadikan sesuatu surealis. Tapi dalam berfikir, gw selalu ngerasain betapa perlunya afeksi dan kognisi yang digunakan otak gw sebagai dapur fikiran untuk menimbulkan persepsi. Hemm, di sinilah point penting yang harusnya gw perhatikan, bagaimana caranya gw bisa terafeksi dan terkognisi, karena hal itu berhubungan dengan bagaimana proses gw melihat, mendengar, dan merasakan. Disinilah kesubjektifasan akan bisa melahirkan persepsi yang salah.

So, gw jadi punya pendapat baru “bagaimana gw seharusnya”. Gw harus berfikir dengan subjektif dan melihat dengan persfektif yang objektif.

Juno!

Posted in apa yang junior tonton hari ini? with tags on November 3, 2008 by junio12

Juno! Ga ada alasan tepat kenapa gw dengan tiba-tiba mutusin nyewa ni film di rental VCD langganan gw hari ini. Padahal biasanya gw selalu memilih film yang bakal gw tonton setelah baca resensi-nya dulu. Selain karena Ellen Page versi hamil yang maen luar biasa banget di An Americans Crime (kalo gw ga salah ya,huhu…) sama sekali ga ada yang menarik dari cover movie yang satu ini. Apalagi judulnya, Juno! Bukan kata yang familiar buat gw ( belakangan gw baru tau kalo Juno itu ternyata di ambil dari nama istrinya Zeus, yang di film di pakai buat nama si tokoh utama….Ahh,gw perlu banyak baca lagi nih).

So, ini film bercerita soal si Juno yang baru berumur 16 tahun dan tiba-tiba mendapati dirinya positif hamil, gara-gara iseng ngajakin temen se-band-nya make love (gw ngakak abis pas liat adegan si Juno lagi nge-test kehamilannya, absurd banget). Kemudian cerita berlanjut seputar si Juno menghadapi kehamilannya, mulai dari aborsi yang diurungkan gara-gara ada temennya yang bilang kalo bayinya si Juno juga punya jantung dan kuku!. Sampai usaha Juno nyari in pasangan yang mau ngeadopsi bayinya ntar karena si Juno ga berniat untuk jadi ibu.

Haa…mungkin ada yang ke ingat ma sinetron “pernikahan Dini”-nya Agnes Monica? Tenang, ceritanya ga norak kaya gitu, walo menurut gw masih kurang cocok dan rada aneh kalo di liat dari mainstream kita yang masih ketimuran (aneh kan kalo ada anak SMU yang datang ke sekolah dengan perut bontoi?). Film ini ngasih sense yang beda dengan menyuguhkan perspektif bagaimana kehamilan jika dilihat dari bocah berusia 16 tahun. Menarik! Karena ada aja hal-hal menggelikan (sekaligus mem-prihatin-kan) kaya’ waktu si Juno nelpon klinik aborsi pake telpon yang berbentuk hamburger trus sempat-sempatnya curhat kalo telpon hamburger-nya rada-rada rusak. Ato waktu si Juno yang emosional karena ga siap hamil tiba-tiba muncul di depan rumah si ayah bayi dengan kursi dan furniture yang di set menyerupai tempat mereka ML dulu itu.

Em, Adegan favorit gw di film ini adalah adegan pas Juno melahirkan, hihi….rada jorok sih, tapi ini adegan yang menurut gw sangat emosional dan sentimentil banget, di mana Juno di gambarkan lagi berjuang ngelahirin bayi-nya dengan masih make kaos kaki belang-belang setinggi lutut! Ouh….apa yang teenagers pikirkan dengan hidup mereka sekarang?

Well, film ini layak tonton dan sangat dianjurkan untuk di pasangin label Parental Advisory Explicit Content di kotaknya! Huhu….so, dampingilah adik atau keponakan mu kalo mo nonton film ini, Ato kalo kamu blom cukup dewasa mintalah orang yang lebih dewasa mendampingimu, sangat tidak dianjurkan untuk nonton bersama pacar ato teman se-band, kecuali teman band kamu itu sesama jenis. Ok….

NB : Jangan pernah ngasih nama Juno buat anak ya! hoho

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.